Pemuda Hindu Indonesia kembali menggelar perhelatan akbar tiga tahunan dalam rangka penyampaian pertanggung jawaban pengurus tiga tahun sebelumnya, penyusunan program kerja dan yang terutama adalah suksesi kepemimpinan di wadah Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Indonesia). Perhelatan akbar ini yang dikenal dengan nama Mahasabha kali ini dilaksanakan di Manado Sulawesi Utara dari tanggal 2 s/d 4 November 2012. Mahasabha IX Peradah Indonesia yang dilaksanakan di Bapelkes Malalayang dibuka oleh Gubernur Sulawesi Utara Dr
(HC) Sinyo Harry Sarundajang, Jumat
2 November 2012.
Mengawali sambutan, Sarundajang menyambut ratusan peserta Mahasabha yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia. "Selamat datang di Bumi Nyiur Melambai," katanya.
Gubernur berterima kasih kepada Parisada Hindhu Dharma Indonesia (PHDI) dan Peradah yang memilih Sulut sebagai tempat Musyawarah Nasional tahun ini. Mahasabha kali ini, kata Sarundajang, terasa spesial karena dilaksanakan masih dalam euforia peringatan Sumpah Pemuda
Ia berharap Mahasabha bisa menghasilkan buah pemikiran bersama atau sebuah rekomendasi untuk bangsa negara. Secara khusus, Gubernur minta perhatian pada aksi menangkal terorisme, narkoba, seks bebas dan ancaman disintegrasi bangsa. "Mari kita rawat kerukunan Indonesia sebagai sebuah keunggulan," tukasnya.
Ia prihatin pada fenomena tergerusnya rasa nasionalisme dan cinta tanah air pada generasi muda. "Satukan visi misi dan mantapkan program. Tularkan semangat kemajemukan dalam kebersamaan," ujarnya.
Dirjen
Bimas Hindu yang diwakili Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama R.I., I
Ketut Lancar, SE.,M.Si. pada sambutannya mengatakan, Peradah harus mampu
menjadi agen pembawa pesan perdamaian. “Tak ada agama yang mengajarkan kekerasan.
Mengembangkan agama tanpa harus mengusik pemeluk agama lain. Menghormati
pemeluk agama lain merupakan kewajiban seluruh umat beragama,” katanya.
Asisten
Deputi Organisasi Menpora, Mandir Ahmad Syafi’I mengutarakan, momen Mahasabha
ini harus dijadikan wadah konsolidasi untuk menentukan arah organisasi. Ia
memuji Peradah karena masuk tiga besar ormas pemuda terbaik dari sisi program
oleh Kemenpora. Syafi’I juga memungkinkan Mahasabha mengupas UU Nomor 40
Tahun 2009 Tentang Kepemudaan. Kata dia, Peradah bisa mengajukan judicial
review terhadap UU ini. “Ormas pemuda dewasa ini dituntut menciptakan program
yang bersentuhan dengan kepentingn masyarakat,” jelasnya.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Mahasabha IX Peradah Indonesia, I Ketut Guna Artha menjelaskan, Mahasabha diikuti sekitar 150 orang. Mereka merupakan utusan Dewan Pimpinan (DP) Nasional, 33 DP Provinsi, dan DP kabupaten. Mahasabha kali ini bertemakan, "Bekerja Terus Tanpa Pamrih Bagi Bangsa dan Negara," akan berlangsung hingga Minggu, 4 Nopember 2012
"Agenda utama Mahasabha Peradah
ini, penyempurnaan Anggaran Dasar/Rumah Tangga (AD/RT), evaluasi dan penyusunan
program kerja dan pemilihan pengurus Peradah periode berikut," kata Artha
didampingi Ketua Panitia Lokal, I Komang Agustria.
Hadir dalam pembukaan, Ketua Umum
Peradah Indonesia I Komang Adi Setiawan, Ketua PHDI Sang Nyoman Suwisma, Danrem
131/Santiago Brigjen Johny Tobing, Danlantamal VIII Manado Laksma Guguk
Handayani dan para undangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar