" Karmamy Eva Dhikaras te; Ma Phalesu Kadacana; Ma Karmaphalahetur Bhur; Ma Te Sango 'Stvakarmani" "Jalankan saja kewajibanmu; Jangan mengharap hasil; Jangan biarkan pahala menjadi motif tindakanmu; Demikian pula jangan biarkan dirimu berdiam diri".
Tampilkan postingan dengan label KAHYANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAHYANGAN. Tampilkan semua postingan

15 Des 2013

MENGENAL KAHYANGAN 3

Pura Perancak--
Cikal Bakal Dang Kahyangan di Bali
Kori Pura Perancak dengan ciri khas patung BUAYA


Perancak dikenal sebagai desa nelayan yang ada di pesisir selatan Jembrana. Di desa ini pula terdapat sebuah pura yang diyakini sebagai cikal bakal Pura Dang Kahyangan di Bali. Pura tersebut adalah Pura Dang Kahyangan Gede Perancak. Bagaimana sejarah berdirinya Pura Perancak? Apa saja yang dimohon pemedek saat bersembahyang di pura ini
BERDIRINYA pura ini tidak bisa dilepaskan dari kedatangan Danghyang Dwijendra ke Bali. Hal itu diakui Mangku Gede Nyoman Sadra (65), pemangku di Pura Dang Kahyangan Perancak. Tetapi tahun berapa kedatangan Danghyang Dwijendra ke Bali tidak bisa dipastikan. Perkiraan yang sering dipakai adalah sekitar tahun 1015. Catatan sejarah yang bisa membuktikan ini pun belum ada.
Danghyang Dwijendra berhasil mencapai moksa. Ketika mencapai moksa, semua lontar mengenai beliau juga ikut moksa. ''Kami pun tidak berani memberi kepastian kapan sebenarnya beliau tiba untuk pertama kalinya di Perancak ini,'' jelas Mangku Gede Nyoman Sadra.
Saat tiba pertama kali di Desa Jembrana Pinggir Pantai (sebutan Perancak zaman dulu), Danghyang Dwijendra mengajak istrinya Ida Ayu Mas Keniten dan tujuh putra. Beliau dan keluarga datang dari tanah Belambangan, Jawa Timur.

17 Okt 2013

MENGENAL KAHYANGAN 3

Pura Perancak--
Cikal Bakal Dang Kahyangan di Bali

Perancak dikenal sebagai desa nelayan yang ada di pesisir selatan Jembrana. Di desa ini pula terdapat sebuah pura yang diyakini sebagai cikal bakal Pura Dang Kahyangan di Bali. Pura tersebut adalah Pura Dang Kahyangan Gede Perancak. Bagaimana sejarah berdirinya Pura Perancak? Apa saja yang dimohon pemedek saat bersembahyang di pura ini



BERDIRINYA pura ini tidak bisa dilepaskan dari kedatangan Danghyang Dwijendra ke Bali. Hal itu diakui Mangku Gede Nyoman Sadra (65), pemangku di Pura Dang Kahyangan Perancak. Tetapi tahun berapa kedatangan Danghyang Dwijendra ke Bali tidak bisa dipastikan. Perkiraan yang sering dipakai adalah sekitar tahun 1015. Catatan sejarah yang bisa membuktikan ini pun belum ada.
Danghyang Dwijendra berhasil mencapai moksa. Ketika mencapai moksa, semua lontar mengenai beliau juga ikut moksa. ''Kami pun tidak berani memberi kepastian kapan sebenarnya beliau tiba untuk pertama kalinya di Perancak ini,'' jelas Mangku Gede Nyoman Sadra.
Saat tiba pertama kali di Desa Jembrana Pinggir Pantai (sebutan Perancak zaman dulu), Danghyang Dwijendra mengajak istrinya Ida Ayu Mas Keniten dan tujuh putra. Beliau dan keluarga datang dari tanah Belambangan, Jawa Timur.

9 Okt 2013

MENGENAL PURA/KAHYANGAN 2

PURA JATI JEMBRANA
PURA Jati berada di wilayah Desa Pengambengan, sekitar empat kilometer arah selatan dari Kota Negara. Pura yang memiliki luas sekitar 47 are ini merupakan salah satu Pura Dangkhayangan di Jembrana.
Sesuai namanya, pura ini memiliki keistimewaan pada pohon jati yang berada di dalam areal pura. Pura ini juga erat kaitannya dengan perjalanan Dang Hyang Nirartha di Pulau Bali.
Di bagian utama untuk persembahyangan ini juga terdapat bale banten serta bangunan bale gong, bale piasan, serta gedong busana. Empat pohon jati juga berada di areal pura. Menurut Klian Pengempon, Ketut Astika Jaya, terdapat keistimewaan pohon jati tersebut. Selain tidak bisa dicari bibit jatinya, ranting-ranting pohon yang sudah berumur ratusan tahun itu tidak pernah jatuh menimpa padmasana yang berada di bawahnya. Ranting itu pecah sendiri menjadi debu dan tidak menimpa padmasana.
Di sekitar mata air itu ada empat pohon jati yang saling berdekatan. Bahkan pernah salah satu pohon bengkok dan nyaris menimpa penyeker pura. Para pengempon dulu khawatir pohon itu akan menyundul penyengker, tetapi setelah beberapa bulan pohon itu bisa berdiri tegak dengan sendirinya.

3 Okt 2013

MENGENAL PURA/KAHYANGAN 1



PURA/DANG KAHYANGAN RAMBUT SIWI

Pura Rambut Siwi terletak di Desa Yeh Embang, sebelah timur kota Negara, ibukota kabupaten Jembrana. Jaraknya sekitar 18 kilometer.Jika Anda berangkat dari Kuta, Anda harus menempuh jarak sejauh 88 kilometer.

Asal mula Pura Rambut Siwi tertuang dalam lontar Dwijendra Tatwa. Keberadaan pura ini sangat terkait dengan mitologi kedatangan Mpu Dang Hyang Nirartha dari Jawa Timur ke Bali pada tahun 1411 Caka atau tahun 1489 masehi. Ceritanya, ketika Mpu Dang Hyang Nirartha ke Bali salah satu pura yang beliau kunjungi adalah Pura Rambut Siwi.Saat beliau memasuki pura, penjaga pura mengharuskan agar Mpu Dang Hyang Nirartha sembahyang di pura tersebut. Kalau tidak, beliau akan diterkam oleh harimau.




VIDIO PERADAH JEMBRANA