
Ketua panitia, Suta Hariandika, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sejatinya digelar dalam rangka
menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 oktober. Diharapkan,
melalui kegiatan Pendalaman Sradha, lomba debat, lomba resensi buku yang digelar selama dua hari, bisa mengangkat
jati diri Pemuda Hindu khususnya rasa bangga akan ajaran dan nilai-nilai agama Hindu.
“ Untuk lomba debat akan diikuti sekitar
150 siswa dari berbagai sekolah di Jembrana. Tema yang kita ambil adalah Hindu
dan Budaya Bali dengan menghadirkan juri dari PHDI maupun majelis madya
Jembrana, “ungkap Suta. Sementara Lomba Resensi Buku adalah meresensi buku-buku
terbitan dari Media Hindu merupakan kelanjutan dari Program Sinergi Peradah dengan Sekolah.

Dalam paparannya selaku narasumber I Made Kembang Hartawan menyoroti
langkah-langkah apa saja yang bisa dilakuakn Pemuda Hindu dalam menguatkan
eksistensi Hindu, terlebih lagi ditengah arus informasi yang demikian
kencangnya saat ini. “ Sebagai Pemuda Hindu yang cerdas, kita harus pintar memfilter
diri, menangkap informasi yang positif bukan sebaliknya, “tegas Kembang. Selain
itu sebagai Pemaja, saat ini dua hal mendasar yang bisa menjadi ancaman, yakni
HIV AIDS dan bahaya narkoba. “Khusus untuk Jembrana penderitanya sudah cukup
besar, karena itu mari bersama-sama kita cegah ,libatkan diri pada hal-hal
positif salah satunya dengan meningkatkan Sradha (keyakinan akan ajaran Agama
Hindu) melalui pendalaman agama serta senantiasa melibatkan diri dalam
kegiatan-kegiatan positif seperti kegiatan berorganisasi seperti Peradah, Seke
Teruna , kegiatan olah raga, seni dan kegiatan positif lainnya, “ujar Kembang
mencontohkan.
Sementara itu pembicara kedua , Genta Apritaura
memperkenalkan diri sebagai orang yang baru menemukan jalan Dharma lebih banyak
bercerita lika-liku kehidupannya
pergulatan batin atau iman yang panjang dan menyakitkan untuk menemukan Tuhan
bagi alam semesta, yang bersikap sama bagi semua orang tanpa perduli keturunan
dan sukunya hingga akhirnya menemukan jawabannya melalui Bhagawad Gita. Semua telah dijalaninya itu dituangkan dalam
novel karyanya dalam bahasa dan alur pikir remaja. Gentha mencoba memotivasi
Generasi Muda Hindu yang hadir agar bangga menjadi Hindu dan tidak minder dalam
pergaulan dengan umat lain karena Hindu adalah agama yang mempunyai filosifi
yang sangat luas dan mendalam dan Universal. “Bersyukurlah telah lahir sebagai
seorang Hindu tidak seperti saya yang menjadi Hindu melalui sebuah pencarian
dan perjuangan yang panjang dan melelahkan serta tidak sedikit resiko yang harus dihadapi,”
kata Gentha

Tidak ada komentar:
Posting Komentar